Minggu, 11 April 2010

PUISI-PUISIKU

Tatkala Hujan

Gemericik air
meluruhkan dedaunan
gemuruh di cakrawala
mengingatkan dosa yang terpendam

mart 2009



Ketika Meninggalkan Mekkah

sayup terdengar
asma=Mu berkumandang
dalam subuh temaram
saat pagi meniggalkan malam

aku duduk di hadapan-Mu Robbi
tunduk dalam beribu rasa
mengharu biru dalam kalbu

langit di atas ka'bah
jadi saksi
dan kota-Mu yang suci
menyadarkan diri
atas kuasa yang abadi

Robbi, kurindu kota ini
tak kutahu
kapan aku kembali

Bandarlampung, mart 2009



DI PUSARA IBU

derai tangisku
menderu
mengalun pilu

tersentak jiwa menyapa
kau telah tiada

termangu aku
membeku
bagai lilin
kehilangan api

tanjungpinang, 15 feb 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar