PUISI-PUISIKU
Tatkala Hujan
Gemericik air
meluruhkan dedaunan
gemuruh di cakrawala
mengingatkan dosa yang terpendam
mart 2009
Ketika Meninggalkan Mekkah
sayup terdengar
asma=Mu berkumandang
dalam subuh temaram
saat pagi meniggalkan malam
aku duduk di hadapan-Mu Robbi
tunduk dalam beribu rasa
mengharu biru dalam kalbu
langit di atas ka'bah
jadi saksi
dan kota-Mu yang suci
menyadarkan diri
atas kuasa yang abadi
Robbi, kurindu kota ini
tak kutahu
kapan aku kembali
Bandarlampung, mart 2009
DI PUSARA IBU
derai tangisku
menderu
mengalun pilu
tersentak jiwa menyapa
kau telah tiada
termangu aku
membeku
bagai lilin
kehilangan api
tanjungpinang, 15 feb 2009
Minggu, 11 April 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar